ilmu pengetahuan, filsafat, dan ideologi

ini, buat ngetes sejauh mana saya paham sama apa yang saya baca


menurut Ali Syari'ati terdapat perbedaan antara ilmu pengetahuan, filsafat dan ideologi.

ilmu pengetahuan adalah hal2 yang berhubungan dengan manusia dan alam secara fisik... apakah itu detil2 nya, prosesnya, prinsipnya, dsb.. pokonya hubungannya dengan fisiklah.. ilmu pengetahuan adalah citra mental dari yang kongkrit.

sedangkan filsafat itu substansinya atau ilmu pengetahuan yang mendalami ilmu pengetahuan. jadi bukan sekedar tahu ini detilnya seperti apa atu prosesnya seperti apa, tetapi juga memahami esensinya, mengapa? mengapa seperti ini? mengapa seperti itu? apa ini ? apa itu? (lho??)

dan ideologi lebih jauh lagi... orang yang berpikir ideologi tidak hanya berhenti sampai tahu saja, tetapi mencoba memberi saran, melakukan tindakan, dan merubah status quo yang dialami... orang yang berpikiran ideologi adalah orang yang masuk dan ikut terlibat pada suatu isyu.. bukan hanya sekedar memperhatikan, tapi juga ikut terjun... ideologi akan selalu diawali dengan tahap kritik terhadap status quo yang terjadi. dan selanjutnya dan selanjutnya hingga terjadilah perubahan...


komitmen ini (untuk mengubah)yang tidak dimiliki oleh filsafat dan ilmu pengetahuan.

lalu, apa pula peran agama??

masih menurut buku ini (karna emang cuma ngambil dari satu sumber ^^), bagi Ali Syari'ati, agama itu memiliki 2 wajah, ia mencontohkannya dengan Islam karena ia memang beragama Islam. ada 'islam tradisional' dan 'islam ideolog'. mungkin bisa lebih diperluas menjadi 'agama tradisional' atau 'agama ideologi'.

agama sebagai hal yang tradisional itu hanya berupa kumpulan tradisi asli dan kebiasaan masyarakat yang didasarkan pada semangat kebersamaan. katanya ni, kebiasaan2 itulah yang kadangkala dipelihara penguasa politik untuk melegitimasikan kekuasaan. contoh--> perayaan Asy-Syura di Iran yang telah dinasionalisasikan dalam simbol2 nasional.

sedangkan, agama sebagai ideologi itu adalah keyakinan yang secara sadar dipilih untuk menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.

siapa saja yang memilih ideologi ia akan mengetahui mengapa ia tidak puas dengan suatu sistem dan mencoba mengkritiknya, setelah mengetahui itu, ia merasa perlu untuk melakukan perubahan yang fundamental..


Aristoteles atau plato, menurt Syari'ati, hanyalah filosof biasa karena tidak memiliki keyakinan dan kesadaran untuk melakukan tindakan perubahan dalam masyarakat. masih menurut Syariati, para nabi lah yang selalu muncul untuk mengubah sejarah, mengubah mayarakat, memulai dan membuat revolusi.


contoh Islam-ideologi
di Afrika --> menurt masyarakat muslim di Afrika islam adalah ideologi untuk menentang rasisme dan ketidakadilan.


hhmmm.... itulah kira2 cuplikan kata pengantar dari buku "Marxisme dan sesat pikir Barat Lainnya", Ali Syariati (revolusioner Iran selain Imam Khomeini dkk). penerbit Mizan, dan pengantar oleh M. Dawam Rahardjo.

semoga bermanfaat...


_mee_

0 komentar:

Poskan Komentar